Financial
Accounting Theory
TEORI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Teori
akuntansi memiliki kaitan yang erat dengan akuntansi keuangan, terutama
pelaporan keuangan pada pihak eksternal. Teori akuntansi sektor publik sendiri sebenarnya
masih dipertanyakan apakah memang ada teori akuntansi sektor publik. Sektor
swasta yang perkembangan akuntansinya lebih pesat saja oleh beberapa ilmuwan
masih dipertanyakan apakah sampai saat ini benar-benar memiliki teori akuntansi
yang mapan. Suatu teori perlu didukung oleh berbagai riset yang di dalamnya
terdapat hipotesa-hipotesa yang diuji kebenarannya. Teori memiliki tiga
karakteristik dasar, yaitu :
1. Kemampuan untuk menerangkan atau menjelaskan
fenomena yang ada (the ability to explain)
2. Kemampuan untuk memprediksi (the ability to predict)
3. Kemampuan mengendalikan fenomena (the ability
to control given phenomena).
Pada dasarnya terdapat tiga tujuan mempelajari
teori akuntansi, yaitu :
1. Untuk memahami praktik akuntansi yang saat ini
ada
2. Mempelajari kelemahan dan kekurangan dari
praktik akuntansi yang saat ini dilakukan, dan
3. Memperbaiki praktik akuntansi di masa yang
akan datang
Disiplin ilmu diklasifikasikan dalam lima
kelompok :
1. ilmu murni atau abstrak (abstrack science) :
misalnya matematika, ilmu logika, dan metafisik.
2. ilmu deskriptif (general descriptive
sciences), mendasarkan pengetahuannya melalui observasi dan pendeskripsian
suatu fenomena actual, misalnya ilmu kimia, biologi, dan sosiologi.
3. ilmu derivatif (special derivative sciences),
merupakan turunan dari ilmu lain misalnya botani, zoology, minerologi, dan
etnologi
4. ilmu sinoptis (synoptic sciences), merupakan
turunan dari ilmu derivative, yang merupakan gabungan dari beberapa ilmu,
contohnya auditing, geologi, dan geografi
5. ilmu terapan (applied sciences): disiplin ilmu
yang terpisah dari disiplin ilmu lain, namun bisa juga merupakan kombinasi dari
berbagai rinsip yang diambil dari disiplin ilmu lain, yang disesuaikan dengan
kebutuhan praktis ilmu tersebut, contohnya ilmu akuntansi
Akuntansi sector public dikatakan memiliki
teori yang mapan apabila terpenuhi beberapa persyaratan. Bangunan ilmu terdiri
atas konsep dasar, postulat, teori, konsep, prinsip, standar, dan praktik
aplikasi.
HAMBATAN
Akuntansi sektor
publik memiliki beberapa hambatan dalam menghasilkan laporan keuangan yang
relevan dan reliable (dapat dipercaya) yaitu:
|
|
1. Objektivitas
2. Konsitensi
3. Daya Banding
4. Tepat Waktu
5. Ekonomis dalam Penyajian Laporan Keuangan
6. Materialitas
|
Objektivitas
Laporan Keuangan disajikan manajemen untuk
melaporkan kinerja yang telah dicapai manajemen selama periode waktu tertentu
kepada pihak eksternal yag menjadi stakeholder organisasi.Objektivitas
diperlukan adanya adanya benturan kepentingan antara manajemen dengan stakeholder.
Objektivitas juga dapat dijelaskan melalui contracting theory yang
menghasilkan agency relationship. Agency
problem muncul karena adanya opportunistic
behaviour agen, yaitu perilaku manajemen/agen utk memaksimumkan
kesejahteraannya sendiri yg mungkin berlawanan dengan kepentingan prinsipal.
Teknik akuntansi yg digunakan manajemen harus
memiliki derajat objektivitas yang dapat diterima semua pihak yang menjadi
stakeholder.
Contoh: Dinas social dilihat dari seberapa efisien
mereka menggunakan dana yang diberikan karena itu mereka akan lebih focus untuk
membuat dana terlihat efisien,sedangkan dinas pendapatan akan berusaha membuat
pendapatan mereka sudah maksimal.
Konsistensi
Konsistensi adalah penggunaan metoda/teknik akuntansi yang sama untuk
menghasilkan laporan keuangan organisasi selama beberapa periode waktu secara
berturut-turut. Tujuannya adalah agar
laporan keuangan dapat diperbandingkan kinerjanya dari tahun ke tahun, sesuai prinsip going concern (orientasi jangka
panjang).
Daya Banding
Laporan
keuangan sektor publik hendaknya dapat diperbandingkan antar periode waktu dan
dengan instansi lain yang sejenis. Daya
banding berarti laporan keuangan dapat digunakan untuk membandingkan kinerja
organisasi dengan organisasi lain yang sejenis.
Kendala
daya banding terkait dengan:
- Objektivitas karena semakin objektif laporan keuangan akan semakin tinggi daya bandingnya sehinga dasar yang sama akan menghasilkan laporan yang berbeda.Contoh:Laporan keuangan BUMN dapat berbeda dengan laporan keuangan Pemerintah Daerah karena objektivitas dari masing-masing institusi dapat berbeda.
- Konsistensi karena adanya alternatif penggunaan metode akuntansi juga dapat menyulitkan tercapainya daya banding.Contoh:BUMN A dapat menggunakan metode penyusutan straightline sedangkan BUMN B dapat menggunakan metode penyusutan doube declining.
Tepat Waktu
Laporan keuangan harus disajikan tepat
waktu agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi, sosial
dan politik serta untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut.
Kendala: semakin banyak kebutuhan informasi, semakin banyak waktu yang
dibutuhkan sehingga dapat membuat informasi tersebut tidak relevan
Ekonomis
dalam Penyajian Laporan
Penyajian laporan keuangan membutuhkan biaya,
semakin banyak informasi yang dibutuhkan semakin besar pula biayanya. Kendala: berarti bahwa manfaat yg diperoleh harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan untuk
menghasilkan laporan tersebut.
Materialitas
Informasi dianggap material bila
mempengaruhi keputusan, atau jika informasi tersebut dihilangkan akan
menghasilkan keputusan yang berbeda. Penentuan materialitas bersifat subjective
judgement, merupakan professional judgement yang mendasarkan pada teknik tertentu.
UNIT
PELAPORAN
Teori
untuk unit pelaporan terdiri atas:
1. Teori kepemilikan
2. Teori entitas
3. Teori dana
4.
Teori commander
Teori kepemilikan
Teori
ini melihat organisasi secara eksklusif dari sudut pandang pemilik.Dalam kasis
ini akun-akun ditujukan ke shareholder dan neraca adalah pernyataan yang
menunjukkan posisi keuangan shareholder.Laporan laba rugi dilihat sebagai
perubahan posisi keuangan shareholder.Persamaan akuntansinya sebagai berikut:
Assets-liabilities=shareholders
equity
Teoti
Entitas
Sudut
Pandang teori ini adalah bahwa entitas memandang organisasi berbeda dari setiap
kelompok individu yang terkait dengannya.Hal ini menyebabkan unit pelaporan
adalah entitas dan laporan ditujukan kepada pihak yang berhubungan dengan
entitas.Pelaporan perusahaan ditujukan untuk
investor,kreditor,karyawan,penasihat analis,pemerintah dan masyarakat.Persamaan
akuntansi sebagai berikut:
Assets=liabilities
Teori Dana
Teori
ini muncul karena dua teori sebelumnya dianggan memiliki kelemahan dimana teori
kepemilikan tidak memuaskan untuk perusahaan yang pemilik sahamnya selalu
berubah seperti perusahaan yang listing di bursa efek sementara teori entitas
menimbulkan pertanyaan mengenai penentuan dari entitas itu sendiri.Vatter
(pengenbang teori dana) mengusulkan agar unit pelaporan harus didefinisikan
sebagai dana dan organisasi dilihat sebagai satu pendanaan atau beberapa
pendanaan.
Teori commander
Teori
ini merupakan variasi dari teori dana dimana organisasi silihat dari jumlah
pusat pertangugjawaban.Setiap pusat pertanggungjawaban dikontrol oleh manajer (commander) dan setiap manajer
bertanggung jawab atas kinerja unitnya.
PEMBUATAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
Akuntansi merupakan aktivitas jasa untuk
menyedakan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan. Pada sector
public, pengambilan keutusan terkait dengan keputusan ekonomi, social, dan
politik. Baik pada sector public maupun sector swasta akuntansi dibagi menjadi
2, yaitu akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan. Akuntansi keuangan
didefinisikan sebagai suatu prinsip, metode, dan teknik pencatatan dan
pengorganisasian data keuangan untuk
membantu pengambilan keputusan.
Ruang lingkup akuntansi keuangan pemerintah
mencakup pengumpulan data, penganalisian, pangklasifikasian, pencatatan,
pelaporan atas transaksi keuangan, serta penafsiran terhadap hasil-hasilnya.
Aturan dasar system akuntansi keuangan menurut
Masisi (1978) dalam Glynn (1993):
1. Identifikasi kegiatan operasi yang relevan.
2. Pengklasifikasian kegiatan operasi secara
tepat. Suatu operasi dapat dicatat/diakui pada tahap tertentu dari proses
transaksi. Misalnya, pembelian dapat dicatat/diakui ketika keputusan untuk
membeli suatu barang ditetapkan, pada waktu dilakukan pemesanan, ketika barang
diterima, ketika faktur diterima, ketika barang tersebut digunakan untuk
produksi, atau ketika telah dilakukan pembayaran kas. Oleh karena itu harus
ditetapkan kapan suatu transaksi dapat diakui/dicatat.
3. Adanya system pengendalian untuk menjamin
reliabilitas. System pengendalian ini memiliki 2 komponen, yaitu komponen
formal dan substansial. Komponen formal adalah pembukuan berpasangan (double
entry book-keeping): kesalahan akuntansi akan dapat diketahui dan dilacak
ketika jumlah sisi kredit tidak sama dengan sisi debit. Komponen substansial
merupakan mekanisme konflik kepentingan (konflik of interest): kesalahan
akuntansi muncul ketika mempengaruhi secara negative pihak ketiga. Contohnya,
jika utang tidak dicatat dengan baik, jumlah yang dibayarkan kepada kreditor
akan berbeda dengan jumlah yang seharusnya diterima sebagaimana tercatat dalam
akun piutang yang diakui kreditor.
4. Menghitung pengaruh masing-masing operasi.
Terdapat beberapa kesamaan akuntansi keuangan baik pada sector public maupun
swasta. Contohnya, pada kedua sector tersebut direkomendasikan untuk
menggunakan system pembukuan berpasangan dalam mencatat akun-akun transaksi.
Kedua sector sama-sama membutuhkan standar akuntansi keuangan sebagai pedoman
pencatatan agar terdapat perlakuan yang sama terhadap suatu transaksi.
Standar Akuntansi Sektor Publik
Standar
akuntansi merupakan pedoman atau prinsip-prinsip yang mengatur perlakuan
akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan untuk tujuan laporan kepada para
pengguna laporan keuangan, sedangkan prosedur akuntansi merupakan praktk khusus
yang digunakan untuk mengimplementasikan standar. Untuk memastikan diikutinya
prosedur yang telah ditetapkan, system akuntansi sector public harus dilengkapi
dengan system pengendalian intern atas penerimaan dan pengeluaran dana public.
Ada
beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penetapan standar akuntansi:
1. Standar memberikan pedoman tentang informasi
yang harus disajikan dalam laporan posisi keuangan, kinerja, dan aktivitas
sebuah organisasi bagi seluruh pengguna informasi.
2. Standar memberikan petunjuk dan aturan
tindakan bagi auditor yang memungkinkan pengujian secara hati-hati dan
independen saat menggunakan keahlian dan integritasnya dalam mengaudit laporan
suatu organisasi serta saat membuktikan kewajarannya.
3. Standar memberikan petunjuk tentang kumpulan
data yang perlu disajikan yang berkaitan dengan berbagai variable yang patut
dipertimbangkan dalam bidang perpajakan, regulasi, perencanaan, serta regulasi
ekonomi dan peningkatan efisiensi ekonomi serta tujuan social lainnya.
4. Standar menghasilkan prinsip dan teori yang
penting bagi seluruh pihak yang berkepentingan dalam disiplin ilmu akuntansi.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan
dalam penyusunan dan penetapan standar adalah sedapat mungkin menghindari
terjadinya standar yang overload. Standar yang overload terjadi ketika:
a. Standar terlalu banyak
b. Standar terlalu rumit
c. Tidak ada standar yang tegas (rigid) sehingga
sulit untuk membuat pilihan dalam penerapannya
d. Standar mempunyai tujuan yang sifatnya umum
(general purpose standards) sehingga gagal dalam menyajikan perbedaan kebutuhan
diantara para penyaji dan pengguna
e. Standar kurang spesifik sehingga gagal dalam
mengidentifikasi perbedaan antara:
1. Entitas public dan entitas nonpublic
2. Laporan keuangan tahunan dan interim
3. Organisasi besar dan kecil
4. Laporan keuangan auditan dan non auditan
f.
Pengungkapan yang
berlebihan, pengukuran yang terlalu kompleks, atau kedua-duanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar